Kamis, 17 Maret 2016

PERENCANAAN PEMBUATAN JURNAL

“Perencanaan Pembuatan Jurnal”

Jurnal merupakan salah satu contoh dari karya ilmiah, dalam pembuatan karya ilmiah anda akan melewati beberapa tahap di bawah ini.
Scientific Writing (langkah-langkah penulisan karya ilmiah) :
1.    Plaining (rencana)
2.    Drafting (pengumpulan konsep)
3.    Revising (memperbaiki/merevisi)
4.    Working writing (proses penulisan)

Di bawah ini saya akan memaparkan rencana pembuatan jurnal saya yang berjudul “diksi dan majas dalam kumpulan puisi aku ini binatang jalang karya Chairil Anwar” dengan menggunakan Scientific Writing dalam bentuk narasi pertahapan.

Plaining
Tahap awal yaitu plaining artinya rencana, pada tahap rencana ini saya akan menentukan kategori dari jurnal yang akan saya buat, entah itu jurnal kesastraan ataupun kebahasaan, selain menentukan kategori saya juga akan menentukan bentuk dari jurnal ini, entah jurnalnya berbentuk penelitian atau pengajaran. Saya akan memilih penulisan jurnal yang saya ketahui lebih dalam dan yang menurut saya cukup menarik, saya akan memilih jurnal yang berkategori kesastraan dan berbentuk penelitian karena menurut saya sastra itu luas dan dengan adanya penelitian tentang sastra itu maka seluas apapun sastra yang ada kita akan dapat mengetahuinya bahkan akan lebih baik jika kita mampu mngembangkannya. Salah satu sastra yang menarik bagi saya yaitu puisi, puisi cukup luas lingkupnya dalam sastra, puisi ada dua jenis yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi yang akan saya teliti adalah kumpulan puisi Chairil Anwar yang ada dalam bukunya yang berjudul “Aku ini Binatang Jalang”, lebih spesifik atau lebih khususnya lagi saya akan meneliti dan membahas tentang diksi dan majas yang ada dalam kumpulan puisi tersebut. Pada tahap ini saya sudah menentukan judul dari jurnal saya nantinya yaitu “Diksi dan Majas dalam Kumpulan Puisi Aku ini Binatang Jalang Karya Chairil Anwar”. Pada tahap ini saya juga akan merencanakan metode apa yang akan saya gunakan untuk menganilisis atau meneliti diksi dan majas pada puisi Chairil Anwar. Metode yang akan saya gunakan yaitu pendekatan stilistika yang artinya ilmu yang meneliti bahasa dan gaya bahasa di dalam karya sastra. Tahap awal ini merupakan tahap terpenting karena semua hasil itu bergantung pada rencana kita, jika rencana kita memang sudah matang pastilah nanti hasilnya akan maksimal. Jadi, pada intinya sebelum kita mengambil keputusan untuk pembuatan jurnal kita harus bisa memilih manakah pilihan yang tepat.

Drafting
Tahap yang kedua yaitu Drafting yang artinya pengumpulan data-data serta konsep-konsep yang telah dicari. Pada tahap ini yang akan saya lakukan adalah mengumpulkan beberapa data-data dan konsep-konsep yang berbentuk buku atau file yang berkaitan dengan judul jurnal saya misalkan dengan cara mengmpulkan buku-buku puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar, kemudian mencari biografi tentang Chairil Anwar, selain itu saya juga akan mencari referensi yang berkaitan dengan puisi khususnya tentang diksi dan majas. Setelah semua konsep dan data terkumpul saya akan menggabungkannya menjadi satu konsep baru yang memang benar-benar pas untuk jurnal saya, menyatukan banyak konsep memang cukup sulit jadi sebelum menyatukan konsep-konsep tersebut saya akan memperkecil cakupannya terlebih dahulu, maksudnya saya akan mengambil inti dari sebuah data yang kemudian akan saya gabungkan dengan data yang sifatnya hampir mirip sehingga itu akan membuat penyatuan data baru terlaksana dengan mudah. Setelah semua data dan konsep yang telah dipadukan menjadi satu saya akan melanjutkan ke tahap yang selanjutnya.

Revising
Tahap selanjutnya yaitu tahap revising yaitu tahap perbaikan. Pada tahap ini yang akan saya perbaiki bukan hanya tentang konsep, saya akan meneliti lagi dari pengerjaan tahap awal, apakah judul yang saya ambil sudah cukup bagus dan berkualitas atau tidak, selain itu yang pastinya saya lakukan adalah pengoreksian pada keakuratan data dan konsep yang saya kumpulkan sebagai acuan dan bahan untuk jurnal saya, pada tahap ini pula saya akan memperbaiki kekeliruan tahap yang terdahulu, pada judul yang akan saya perbaiki mungkin tentang bagaimana cara membuat judul tersebut menjadi menarik, memperbaiki pada tahap ini saya tujukan untuk memaksimalkan jurnal, artinya semua kesalahan yang ada pada tahap pertama dan kedua dapat diperbaiki sehingga ketika pada tahap penulisan atau tahap selanjutnya saya hanya mengembangkan apa yang sudah diperbaiki saja. Tahap revising atau tahap perbaikan ini sebenarnya sudah merupakan langkah akhir karena dari tahap inilah penentu dari ketelitian kita.

Working Writing
Tahap yang terakhir yaitu tahap Working Writing yang artinya tahapan penulisan. Tahap ini adalah tahapan terpenting, meskipun tahapan revisi atau tahapan perbaikan sudah dilewati tetapi pada tahap ini juga tetap harus menggunakan ketelitian yang tinggi. Fokus atau inti yang akan saya kerjakan pada tahap penulisan ini adalah tentang tujuan utama dari jurnal saya, tujuan dari jurnal saya ini sebenarnya ringan saja, saya hanya meneliti diksi dan majas yang ada pada puisi Chairil Anwar agar dapat mengetahui manfaat penggunaan diksi tersebut beserta dengan fungsinya dalam puisi Chairil Anwar. Selain itu, saya juga memaparkan apa alasan saya menggunakan pendektan Stilistika, seperti yang sudah saya jelaskan di tahap pertama bahwa Pendekatan Stilistika artinya ilmu yang meneliti bahasa dan gaya bahasa di dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika yang difokuskan pada majas dan diksi, pendekatan ini digunakan dengan cara menganalisis system linguistic karya sastra dan dilanjutkan dengan menginterpretasi cirri-cirinya, dilihat dari tujuan estetis karya sastra sebagai keseluruhan makna. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengkaji penggunaan diksi, majas,dan fungsinya dalam kumpulan puisi Aku ini Binatang Jalang karya Chairil Anwar. Sebenarnya kesuksesan pada tahap penulisan ini sangat bergantung pada proses tahap sebelumnya. Penulisan yang baik hendaknya bertahap, maksudnya kita jelaskan dulu asal usul menganai puisi, mengenai Chairil Anwar, dan yang terakhir barulah meneliti tentang diksi dan majas. Tahap ini adalah tahap tersulit, segala hasil dari semua proses berakhir pada tahap ini karena tahap ini merupakan tahap yang mencakup ketiga tahap di atas.


  Terima Kasih @_@ MJ

CONTOH JURNAL ( dalam bentuk foto)










Kamis, 10 Maret 2016

Komentar untuk Postingan Terdahulu

     Saya tidak akan berpanjang lebar memberikan kritik atau memberikan komentar saya terhadap postingan yang telah saya posting, menurut saya sendiri postingan itu sudah cukup bagus dan menarik, entahlah bagaimana menurut pendapat orang lain, yang saya harapkan bukanlah pujian atau hinaan, yang penting postingan itu bermanfaat dan tugas mata kuliah saya terpenuhi hehehe...
     Pada intinya hargailah setiap karya yang telah diciptakan, baik atau buruk itu relatif, tergantung dari penilaian masing-masing. Kalau kita bisa menghargai karya kita sendiri, kenapa mesti sulit untuk menghargai karya orang lain :)
Terima Kasih

Senin, 07 Maret 2016

CERPEN "GULALI"

“Gulali”
            Semua orang tahu bagaimana rasa dari gulali, gulali itu manis, gulali itu penuh warna, gulali itu lembut, bahkan yang lebih unik dari gulali yaitu ia bisa membuat dirinya besar sebesar kepala padahal aslinya hanya sebesar jempol, itulah kehebatan gulali. Tapi cerita ini tidak menceritakan kisah tentang pembuatan gulali, cerita ini mengisahkan tentang kisah cinta sepasang kekasih Roby dan Lia. Roby adalah seorang lelaki beralis tebal, di bawah tenunan alisnya yang tebal juga terdapat dua bola mata yang selalu berbinar dan mungkin setiap kali orang memandang selalu berkata “wah… matanya indah sekali” kata kata itulah yang sering membuat Lia cemburu, bibirnya yang terlihat manis waktu ia cemberut atau tersenyum itulah yang membuat Lia begitu mencintainya bahkan tak pernah merelakannya bersama orang lain selain dia. Lia adalah gadis imut yang hitam manis dan memiliki hidung yang mancung serta memiliki rasa humor yang tinggi. Roby dan Lia sudah menjadi sepasang kekasih selama kurang lebih empat tahun, atau yang paling tepat 13 maret waktu mereka kelas III SMP, setelah pedekate dari kelas satu sampai kelas dua atau selama dua tahunan akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. setiap sore sabtu mereka selalu nongkrong di sebuah taman di dekat rumah Lia, setiap kali jalan mereka selalu membeli gulali yang dijual di sekitar taman tersebut, kegiatan itu bahkan menjadi kegiatan rutin kencan mereka, membeli gulali itu berawal pada saat mereka jadian.
            Sore itu Roby mengajak Lia ketemuan di taman dekat rumahnya, Lia pun mengiyakannya. Mulai jam tiga siang Lia menyiapkan dirinya mulai dari baju hingga aksesoris yang ia pakai dan pada akhirnya ia memilih menggunakan dress berwarna pink muda dan dengan rambut yang dikuncir rapi dan jepitan rambut kecil bermotif bunga matahari yang di jepitkan diujung poni rambutnya. Roby pun hampir tak mengenali Lia sewaktu pertama melihat Lia berdandan seperti itu, biasanya ia melihat Lia hanya menggunakan celana jeans dan kaos oblongnya. Lia juga kaget pas waktu pertama bertemu Roby di taman, kenapa? Karena ia mengira Roby mau ngajakin dia nonton lalu beli es cream, tapi ternyata sore itu Roby Cuma ngajak Lia duduk duduk di taman sambil membicarakan pelajaran. “ah males banget gue kalau bicarain masalah pelajaran mulu” ucap Lia memberikan aba-aba agar Roby melakukan hal yang lebih menyenangkan. “yasudah, kamu tunggu di sini yah… aku mau beli gulali dulu” sahut Roby. “gulali ??? terserah lu aja dah” jawab Lia yang merasa kurang srek untuk makan gulali dia berfikir memangnya nggak ada lagi yang lebih enak dari gulali. Setelah menunggu selama kira-kira 10 menit akhirnya Roby pun datang membawa dua buah gulali besar berwarna biru. Awalnya Lia memang tidak mau memakan tapi setelah mencicipi akhirnya ketagihan dan melahap gulali itu dengan cepat pas waktu ketika gulalinya sudah hampir habis ia melihat secarik kertas di tengah-tengah sisa gulali tersebut, secarik kertas yang bertuliskan “aku ingin membahagiakanmu dan bolehkah aku mencintaimu?”. Berawal dari kata itulah mereka jadian hingga sekarang, setelah hari itu menjadi hari empat tahun yang lalu.
            Roby memang tipe cowok yang lembut seperti gulali semarah marahnya dia dengan Lia dia tak pernah berkata kasar apalagi sampai memukul, itulah yang membuat Lia semakin jatuh hati dengan pujaan hatinya tersebut, sedangkan Lia adalah tipe cewek konyol yang selalu membuat Roby tertawa, namun kekonyolan itulah yang membuat Roby tak bisa lepas dari bidadarinya itu. Setiap kali Lia ulang tahun Roby selalu memberikan kejutan yang romantis, Roby pernah memberi kejutan pada waktu acara bulan bahasa di sekolah mereka yang di adakan sampai jam 12 malam, malam itu juga adalah malam ulang tahun Lia, karena Roby juga termasuk panitia dalam acara itu ia meminta kepada ketua pelaksana acara agar memberikan ia waktu setelah acara selesai. Ketika acara sudah hampir selesai siswa-siswa juga sudah mau pulang tiba-tiba lampu mati dan seketika itu Lia yang takut kegelapan langsung berteriak histeri ketakutan. Siswa-siswa memang sudah di beri tahu kalau malam itu ada kejutan untuk Lia hanya diam melihat Lia yang menangis ketakutan. Tiba-tiba dari kejauhan Lia melihat sebuah lilin menyala, tanpa berfikir lagi ia langsung berlari mengejar lilin tersebut ketika sampai di dekat lilin itu tiba-tiba terdengar lantunan puisi dari atas panggung.

“gulali”
Selayang rajutan benang
Selembut kemanisan yang terpancar
Menggetarkan gairah ratapan
Gulaliku
Tak menangis ketika senyuman sirna
Ketenangan kala manismu menyerbak di kalbu
Laksana bidadari bermahkota sang fajar
Bercahaya…
Memancarkan kehidupan untuk sebuah kematian
Kala pekat gelap ia merintih
Datanglah gulaliku…
Temukan damai dalam dekapku

Kemudian lampu di dalam ruangan langsung menyala dan Lia langsung naik ke atas panggung sambil memeluk Roby dengan tangisan, kemudian terdengar lagu “Happy Birthday” yang dinyanyikan oleh teman-teman sekolah mereka dan salah satu teman mereka ada yang membawakan kue ke atas panggung tempat Lia dan Roby berada. Banyak hal-hal romantis yang sering mereka lakukan bersama, Roby yang dimanapun dan kapanpun selalu melindungi Lia dan Lia yang selalu berbagi kasih dan kekonyolannya dengan Roby membentuk sebuah kenangan yang terukir manis diantara keduanya sampai pada akhirnya mereka lulus SMA. Sepasang sejoli ini pernah berjanji agar tidak pernah saling meninggalkan dan saling berjauhan akhirnya mendapat sebuah hal yang menjadi awal keretakan hubungan mereka.
            Sore itu seperti sore sabtu setiap minggunya mereka santai di taman sambil menikmati gulali, tapi sore itu Lia melihat ada yang berbeda dari raut wajah kekasihnya namun ia mengurungkan niatnya untuk bertanya karena mungkin situasinya kurang tepat, tetapi akhirnya sebelum ia bertanya ia telah menemukan jawabannya, seperti pada awal Roby nembak Lia dulu, kini Roby mengungkapkan perasaannya di secarik kertas yang ada dalam gulali lagi. “Aku Pergi” dua kata yang berhasil membuat air mata Lia mengalir dengan derasnya.
“kamu beneran mau pergi? Mau pergi kemana? Mau ninggalin aku? Apa aku tak pantas lagi untuk disayangin?” Tanya Lia sambil memukul bahunya Roby.
“bukan..” belum sempat Roby melanjutkan jawabannya Lia langsung memotong.
“aku tau kok, aku tu nggak romantic, aku konyol, tapi kok kamu setega itu ninggalin aku.. kamun udah janji loh rob untuk takkan pernah ninggalin aku. Kamu Cuma bercanda kan?” tangisan Lia semakin menjadi.
“Tolong dengerin aku Li.. aku tuh sayang sama kamu, tapi orang tuaku menginginkan aku untuk kuliah  keluar negri” jelar Roby sambil merangkul bahunya Lia.
“trus kalau kamu keluar negri siapa yang bakalan nemenin aku makan gulali, siapa yang bakalan ngasih aku surprise romantis buat aku?? Kamu tega rob.. kamu mohon kamu jangan pergi rob.. aku sayang sama kamu” Lia pun membuang sisa gulalinya dan memeluk erat Roby seakan itu pertemuan terakhir mereka.
“Li.. aku mohon kamu ngertiin aku kali ini yah.. aku tau kamu wanita yang paling pengertian. Aku janji di luar negri aku nggak bakalan macam macam, trus aku janji nggak bakalan makan gulali sama bule-bule cantik di sana. Kamu senyum dong… nanti kamu nggak manis kaya gulali lagi kalo nangis” Roby mulai membujuk Lia.
“tapi kamu janji yah.. bakalan balik ke indo setiap kali libur semester dan setiap anniversary hubungan kita kamu masih tetap ngasih surprise special buat aku” Lia mulai meredakan tangisannya.
“iya gulaliku yang manis, tapi kamu jangan nangis lagi yah janji sama aku” Roby mencium kening Lia yang sedari tadi tidak lepas dari pelukannya.
“memangnya kalau aku nangis kenapa? Kan kamu nggak tau juga aku nangis atau nggak” Lia menatap mata Roby dengan binaran air mata yang hampir keluar lagi dari matanya.
“sayang… meskipun aku jauh dari kamu dan meskipun aku nggak liat kamu nangis atau nggak asal kamu tau kalau kamu tuh nangis jantungku berdetak lebih cepat dan air mataku pun bisa menetes dengan sendirinya. Jadi, kamu jangan pernah nangis yah walaupun aku nggak ada nanti kalau kamu nangis jantungku bisa sakit juga” terakhir kali Roby mencium tangan Lia dan kemudian air matanya juga menetes.
            Enam bulan pertama mereka berpisah Roby mulai berubah, dia lebih sering marah dari pada ramah dan pada saat libur semester Roby tidak pulang ke Indonesia seperti janjinya. Lia yang setiap harinya perhatian terhadap Roby mulai bosan dengan sifat Roby yang drastis berubah selama di luar negri. Pada saat hari jadian mereka pun Roby hanya mengirimkan hadiah sebuah kalung yang liontin bermotif bunga matahari seperti jepit rambut yang dipakai Lia waktu Roby nembak dia dulu. LDR yang membuat hubungan mereka tak terurus , kini untuk mendengar suara Roby sebulan sekali pun sulit, Lia mulai curiga terhadap Roby yang tak pernah datang mengunjunginya lagi serta nomor nya yang selalu sibuk ketika dihubungi. Setelah hampir dua tahun jauh dari Roby dan hampir setengah tahun tak ada hubungan lagi Lia menghadari hari harinya dengan uring-uringan dan pada suatu hari ia menelpon Roby tiba-tiba yang ngangkat cewek trus bilangnya salah sambung. Lia langsung nangis dan kesal dengan Roby yang tega teganya nyelingkuhin dia yang selama ini bertahan setia untuk Robynya seorang.
            Lia memang marah dengan Roby bahkan dia benci sebenci bencinya namun rasa marah dan bencinya kalah dengan rasa cinta serta rasa rindunya. Pada akhirnya ia menghubungi seorang temannya yang juga kuliah di luar negri dan di kabarkan satu kampus dengan Roby. Setelah mendapatkan nomer dan alamat sosial media seorang teman mereka waktu SMA yang bernama Yoga, Lia menghubungi dan bertanya banyak tentang Roby namun betapa terkejutnya Lia setelah tau kalau Roby tak pernah kuliah di luar negri. Kemudian ia pun mencari tahu lagi tentang keberadaan Roby namun tak ada hasil keluarga Roby pun sudah tak ada yang bisa dihubungi lagi, alamat rumahnya pun sudah pindah dan rumahnya sudah lama kosong kata tetangga rumah Roby.
            Seminggu setelah kedatangan Lia kerumah Roby yang sudah lama kosong tiba-tiba hp nya di telpon sebuah nomer baru yang tidak Lia kenal. Suara perempuan yang asing di telinga Lia.
“halo, ini bener Lia?”
“ia.. ini saya, ini siapa yah?”
“kamu nggak perlu tau siapa aku, yang pasti mulai sekarang kamu harus lupaiin Roby”
“hah? Emang lo siapa? Eh bilangin yah sama Roby nggak perlu membuat aku tersenyum kalau akhirnya bikin nangis juga dan bilangin juga sama dia kalau aku benci banget sama dia” Lia langsung membanting tubuhnya ke kasur dan menutup telpon kemudian isak tangis pun menggema di kamar kesayangannya yang di setiap sudut terdapat foto kenangannya bersama Roby.
            Kenangan yang terukir di sekeliling kamarnya tak terlihat lagi, semuanya sudah tersimpan dalam sebuah kotak yang siap dibuangnya, benda terakhir yang akan dimasukkannya dalam kotak tersebut adalah liontin yang diberikan Roby pada saat mereka LDR. Setelah kalung itu lepas dari lehernya tiba-tiba ibu mengetuk pintu dan memberikan sebuah surat dan sebuah paket  kepada Lia namun, nama pengirimnya tidak tertulis. Melihat sebuah surat dan sebuah paket yang tidak jelas pengirimnya Lia tidak membukanya dan menaruhnya di bawah meja belajarnya, kemudian ia keluar dan membakar kotak yang berisi seribu kenangan masa lalunya yang pahit. Setelah membakar kotak Lia kembali masuk ke dalam kamar dan menangis mengingat betapa jahatnya orang yang sangat dikasihinya, lalu matanya tertuju pada sebuah liontin yang tak sempat ia masukan kedalam kotak, entah kenapa hatinya sangat berat untuk membakar liontin itu.
            Sudah hampir lebih satu minggu Lia mengurung diri di kamar, ibu Lia tahu kalau putrinya sedang tertekan hatinya, sebagai seorang ibu, mama Lia selalu mencurahkan segala kasih sayangnya kepada Lia agar sakit hati putrinya berkurang, mengajak Lia nonton, jalan-jalan, dan hal hal yang dahulu sangat disukai Lia namun, hasilnya percuma Lia tetap saja murung. Pernah pada suatu ketika mama Lia memperkenalkan Lia dengan cowok anak temannya arisan, anak cowoknya ganteng dan ramah namun tetap tak menggetarkan hati Lia, ia malah mengajak ibunya untuk pulang dengan alas an sakit kepala.
            Sekian lama uring-uringan di kamar kemudian mata Lia tertuju pada sebuah paket dan di atasnya terdapat sebuah surat yang sudah lama ia terima namun tak pernah disentuhnya. Entah kenapan hari itu Lia mulai penasaran dengan kiriman itu, setelah kiriman itu diambilnya dan mencari-cari kembali nama pengirimnya namun memang benar kata mama Lia kalau pengirimnya tidak ada. Lia memang tak menemukan nama pengirim namun ia menemukan sebuah puisi yang taka sing baginya puisi berjudul “GULALI” yang membuat air matanya seketika menetes dan mengalir. Ya.. itu puisi yang pernah di bacakan Roby buat dia waktu malam ulang tahunnya di bulan bahasa waktu mereka sekolah dulu. Dengan iringan tangisan Lia membuka paket tersebut dan di dalamnya terdapat sebuah gulali yang sudah lama, gulali itu sudah mencair menjadi air gula berwarna biru. Kemudian bergegas Lia membuka surat yang dikirim oleh orang yang sangat dicintainya itu.
“hai… gulaliku”
Sayang… waktu kau baca surat ini aku mohon agar kau menyapu air matamu dulu, aku tau kamu sedih, kamu lagi nangis kan, kamu memang cengeng ah. Sudahlah… jangan menangis, kamu bayangkan saja sekarang kamu dan aku lagi makan gulali biru yang melambangkan tanda cinta kita. Tapi kali ini kita makan gulalinya beda tempat yah.. soalnya aku nggak bisa menemenin kamu dari dekat lagi, tapi kamu harus tetap makan gulali yang aku kirimkan. Ma’af yah… dulu aku bohongin kamu, sebenarnya aku keluar negri bukan untuk kuliah, tapi untuk berobat, supaya aku bisa sehat dan bisa melindungin kamu lagi, aku menderita penyakit jantung sayang dan dokter bilang umurku sudah tak cukup lama lagi, makanya aku bilang ke kamu aku mau pergi, aku pergi memang perlahan-lahan supaya kamu bisa lupain kamu, sekali lagi aku minta ma’af yah aku sering marahin kamu waktu kita jauh , itu semua aku lakuin agar kamu benci sama aku. Setelah kamu baca surat ini, mungkin aku sudah nggak ada lagi, kamu jangan sedih lagi yah sayang… nanti jantung aku sakit lagi. Aku sayang banget sama kamu, cewek yang waktu itu nelpon kamu itu sepupu aku, aku maksa dia untuk pura-pura jadi kekasih aku yah.. itupun juga untuk membuat kamu benci sama aku. Kamu sekarang pasti cantik banget, manis banget, semanis gulali yang sering kita makan dan semanis kenangannya. Tapi kenangan itu harus kamu lupakan, karna pelindung barumu akan segera hadir dan jangan pernah menolak kehadirannya ya sayang. Aku mencintaimu semanis gulali namun kau pasti tahu kalau gulali itu juga akan mengecil pada akhirnya. Pesan terakhirku, jangan pernah menutup hatimu untuk siapapun, Warnai harimu seindah warna warni gulali.
“I LOVE YOU LIA”

            Lia tak menyangka orang yang ia kira jahat dan membuatnya menderita ternyata lebih menderita dari pada dirinya. Kini ia mengerti makna cinta sejati yang tak harus memiliki. Sekarang Lia sudah menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki yang di beri nama Roby, nama itu diberikan oleh suaminya sendiri yang bernama Reza sepupu dari Roby. Lia memang masih mencintai Roby namun karena kebaikan Reza ia mampu melupakan Roby dengan perlahan, Reza yang mengerti perasaan Lia selalu berusaha membahagiakan istrinya karena ia tahu kalau ketulusan akan mengalahkan segalanya, kini setiap sore sabtu Lia tak lagi makan gulali di taman, sekarang setiap sore sabtu Lia selalu mengunjungi makam Roby bersama Roby junior dengan membawa bunga matahari, Reza pun kalau sedang tidak sibuk dengan pekerjaannya juga ikut mengunjungi makan sepupunya.

PUISI "KENCANA"

“KENCANA”
Karya : Mona Julia
Sutra putih membalut tulang
Tersungging elok di belahan bibir
Gemulai menghidupkan yang fana
Membelai sukma dalam raga
Hadir dalam setiap mimpi
Memenuhi jejak imajinasi
Berpeluk erat dengan halusinasi
Kadang menjadi inspirasi
Kadang menjadi motivasi
Kencana…
Dewi pelita
Tak tersudut dalam lamunan
Semerbak kesucianmu, semesra geloramu
Bahkan seindah bayanganmu
Tak terlepas dari benakku
Kencana…
Deburan malam mulai menyapa
Duduklah tenang di atas singgasana
Bertemankan teduh yang menggoda
Kencana…

Bidadari tak bernyawa

Kamis, 03 Maret 2016

NAMA      : MONA JULIA
NIM         : A1B114076

“Samut Gatal”

“TEORI EMPAT S ( serius, senang, selesai, dan sukses)”

Dalam rujak ada pepaya
Jangan lupa campurkan buah mangganya
yang punya blog Mona Julia
semoga semua postingan ada manfaatnya :D

        Saya mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat jurusan PS-PBSI yang sekarang berada pada semester  4, pada semester ini saya mengabil salah satu mata yaitu “Teori dan Pembelajaran Menulis”. Proyeksi yang saya rencanakan dan saya harapkan pada mata kuliah ini akan saya paparkan berikut ini.

1)   Pertemuan  pertama masuk dosen menjelaskan tentang kontrak perkuliahan

2)  Pertemuan kedua dosen menjelaskan mata kuliah yang akan diajarkan dan menyampaikan pokok-pokok bahasan yang ada dalam mata kuliah “teori dan pembelajaran menulis”

3)  Pertemuan selanjutnya dosen diharapkan mengajarkan tentang bagaimana cara menulis yang baik dan berkualitas, serta memberikan contoh tulisan yang ditulis dosen itu sendiri, dengan tujuan agar tulisan dari mahasiswa itu nantinya mampu lebih baik dari pada yang ditulis oleh dosen tersebut.

4)  Mahasiswa diberi tugas “menulis” dan hasil tulisan tersebut dikomentari oleh dosen pengajar mata kuliah ini, dengan tujuan agar mahasiswa mampu mengerti dan mengetahui dimana letak kesalahan penulisannya.

5)  Mahasiswa dan dosen saling bekerja sama dalam menjalankan perkuliahan yang efektif, salah satunya yaitu datang tepat waktu dan memberikan kabar/alasan jika absen (tidak masuk).

6)  Ruangan untuk perkuliahan diharapkan lebih besar dari pada ruang kelas yang ditempati sebelumnya.

7)  Dosen pengajar mata kuliah “Teori dan Pembelajaran Menulis”  siapapun itu tidak menjadi permasalahan, yang terpenting adalah adanya hubungan yang saling berkaitan antara mahasiswa dan dosen, artinya bukan hanya satu pihak yang membutuhkan, tetapi kedua belah pihak saling membuutuhkan dan melengkapi.

8)  Dosen tidak selalu benar, kadang pendapat mahasiswa juga harus dihargai.

9)  Mata kuliah menulis ini adalah mata kuliah tersulit diantara empat keterampilan berbahasa, jadi diharapkan mata kuliah ini berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

 :) Terima Kasih :)